Memindahkan Folder Users Pada Windows 7

Kita semua pasti tau kalau data kita disimpan di folder C:\Users. Namun, seringkali folder ini menjadi permasalahan ketika file yang sudah tersimpan di dalam folder ini sudah menjadi besar dan ketika kita ingin menginstall komputer, kita terpaksa harus membackup dulu semua file dan folder yang ada di dalam folder C:\Users ini.

Sudah pernah saya cari bagaimana caranya supaya kita bisa memindahkan folder ini. Namun, kebanyakan caranya dengan mengotak-atik registry yang saya sangat kurang menyukai cara ini. Kemudian tanpa sengaja saya menemukan situs ini yang menjelaskan bagaimana cara supaya kita bisa memindahkan folder C:\Users ini tanpa mengotak-atik registry. Namun, perlu untuk diketahui bahwa cara ini cukup beresiko sehingga perhatikan benar-benar tahapan-tahapannya.

Pertama-tama, kita boot dari DVD installer windows 7. Setelah memilih bahasa kita, kita klik next. Kemudian kita akan sampai pada 2 pilihan, yaitu install Windows atau Recovery. Kita pilih recovery, dan tak berapa lama akan muncul dialog box yang memberikan kita pilihan untuk memilih sistem operasi windows yang ingin kita recovery. Pilihlah Windows 7 yang terinstall di komputer kita.

Kemudian, akan muncul dialog box baru yang isinya kira-kira sebagai berikut:

  • Startup Repair
  • System Restore
  • System Image Recovery
  • Windows Memory Diagnostic
  • Command Prompt

Nah, yang kita pilih adalah bagian command prompt dan akan muncul jendela command prompt tempat kita mengetikkan perintah.

Mulai tahap ini, PERHATIKAN benar step-by-stepnya!!!!!!

Sebelum saya mulai, harus saya jelaskan dulu skenario komputer saya. Dari skenario ini, anda/kalian yang membaca dapat menyesuaikan susunan partisi yang ada di komputer anda/kalian.

Partisi C:\ -> adalah tempat dimana windows 7 diinstall, serta tempat yang secara default tersimpan folder C:\Users yang ingin kita pindahkan

Partisi D:\  -> adalah partisi tujuan dimana kita ingin mengubah C:\Users menjadi D:\Users

 

** bila kalian memiliki LEBIH DARI 2 PARTISI, maka bisa disesuaikan.

 

Ketika jendela command prompt terbuka, secara default akan terlihat:

X:\Sources>

Perhatikan bahwa X merupakan partisi TEMPORARY windows yang berada di DVD drive kita.

Kemudian 1 hal yang perlu di-cek adalah sebagai berikut:

  1. Ketik C: kemudian ketik dir untuk melihat isi dari partisi C:
  2. Ketik D: kemudian ketik dir untuk melihat isi dari partisi D:
  3. Cobalah ketika E: dan ketik dir bila bisa (harus dicoba bila kalian punya lebih dari 2 partisi!!!!)
  4. Perhatikan isi dari kedua (atau ketiga) partisi ini!

Ada 2 perbedaan yang mungkin terjadi yaitu:

  1. Partisi windows 7 ada di C:\
  2. Partisi windows 7 TERNYATA MALAH ADA di E:\

 

Maka untuk mempermudah, saya akan menyebut partisi windows dengan <SSD>:\ dan partisi D:\ tempat kita mau memindahkan data C:\Users dengan <HDD>:\

 

Kita mulai prosesnya!!!!

  1. Backup folder ASLI C:\Users ke C:\BACKUP_AWAL

    <SSD>:\mkdir <SSD>:\BACKUP_AWAL

    <SSD>:\robocopy <SSD>:\Users <SSD>:\BACKUP_AWAL\Users

  2. Copy folder ASLI C:\Users ke D:\Users

    robocopy /copyall /mir /xj <SSD>:\Users <HDD>:\Users

    penjelasan: kalo dibaca jadinya -> copy folder dari C:\Users ke D:\Users

    ingat : DARI <source> KE <destination>

  3. hapus folder asli C:\Users

    rmdir /S /Q <SSD>:\Users

  4. bikin link dari <HDD> ke <SSD>

    mklink /J <SSD>:\Users <HDD>:\Users

    penjelasan : kalau dibaca jadinya -> bikin link untuk C:\Users DARI D:\Users

    ingat : KE <destination> DARI <source>

** seringkali terjadi kesalahan ketika melakukan proses robocopy dan mklink. KARENA

  1. lupa kalau robocopy urutannya DARI source KE destination
  2. lupa kalau mklink urutannya KE destination DARI source -> urutan mklink TERBALIK dari robocopy

karena itu, JANGAN SAMPAI SALAH URUTAN!!!!!!!!

 

Setelah proses selesai, tutup jendela command prompt dan restart komputer. Dan pemindahan pun SELESAI! :)

Leave a Comment

Filed under Iseng-iseng berhadiah

Bagaimana cara menggunakan Cygwin 1.7 dengan Code Blocks dan netbeans 6.9.1

Cygwin 1.7 di code blocks

Cygwin 1.7 tidak sama seperti halnya cygwin 1.5. Pada versi ini terdapat perbedaan pada symlinks ketika dibuat. Pada kasus yang saya temui, ketika saya mengompile program terdapat pesan error seperti ini:

Compiling: C:\Users\Riza Nuari\Documents\Latihan C++\Welcome.cpp

Execution of ‘g++.exe -c “C:/Users/Riza Nuari/Documents/Latihan C++/Welcome.cpp” -o “C:/Users/Riza Nuari/Documents/Latihan C++/Welcome.o”‘ in ‘C:\Users\Riza Nuari\Documents\Latihan C++’ failed.

Nothing to be done.

 
 

Gambar 1 Gambar pesan error

Hal tersebut dikarenakan compiler yang kita gunakan sudah tidak memiliki kecocokan terhadap symlinks pada compiler versi sebelumnya. Untuk melihat versinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Gambar 2 Klik Setting Compiler and debugger

Kemudian akan muncul dialog box seperti di bawah ini

Gambar 3 Compiler Cygwin GCC

Pastikan kita memilih compiler Cygwin GCC, seperti yang dilingkari pada Gambar 2. Kemudian kita pilih tab Toolchain Executables

Gambar 4 Toolchain executables

Pada bagian bawah akan terdapat compiler yang kita gunakan. Perlu diperhatikan bahwa terdapat lingkaran biru yang merupakan lokasi dimana kita telah menginstall Cygwin. Bila kita menggunakan lokasi lain, maka sesuaikanlah dengan lokasi tersebut.

Pada bagian bawah pada dialog box yang sama, dapat kita lihat compiler yang kita gunakan

Gambar 5 Compiler

Dengan konfigurasi yang seperti ini, akan saya PASTIKAN bahwa kita akan gagal ketika kita mengompile program yang kita buat.

Untuk memperbaiki hal tersebut, maka gantilah C Compiler, C++ compiler dan Linker for dynamic libs menjadi gcc-4.exe dan g++-4.exe seperti gambar di bawah ini

Gambar 6 Compiler yang sudah disesuaikan

Kemudian kembalilah ke workspace kita dengan mengklik OK pada bagian bawah dialog box.

Gambar 7 Klik OK

Kemudian, kita bisa menjalankan dan mengompile program yang telah kita buat.

 
 

Cygwin 1.7 di netbeans

Masalah juga terjadi pada netbeans ketika menggunakan compiler cygwin. Karena kita harus terlebih dahulu menambah path dari cygwin ke sistem kita supaya netbeans yang kita gunakan bisa mengompile C/C++.

Bukalah system properties dan klik Environment Variables.

Kemudian tambahkan C:\cygwin\bin ke akhir baris dari path tersebut. Tapi jangan lupa, harus disertakan tanda semicolon (;) untuk memisahkan antara path satu dengan path lainnya.

Leave a Comment

Filed under Iseng-iseng berhadiah

Regresi linier, plot data, dan plot regresi linier dari hasil percobaan menggunakan SciLab

Sebelumnya pastikan semua variabel telah kosong agar tidak terjadi penimpaan data atau sebagainya

clear all ; close; clc

Diambil data dari 350 sampai 600

daya = [350:5:600];

Artinya data dimulai dari 350 dengan selang 5 sampai 600

energi = [8.5216668874 8.6872238209 8.8889022672 9.0454288226 9.0634895789 9.4277148327 9.4367452109 9.6203629008 9.7738793301 9.7859198343 10.1381045838 10.1441248359 10.3187121477 10.4902893333 10.6829374014 10.8755854695 10.8785955956 11.0441525291 11.2337904711 11.3993474047 11.5558739600 11.7455119020 11.7726030366 11.9351498441 12.3084054760 12.3204459803 12.4799826617 12.5040636702 12.8562484197 12.8773193021 13.0157851011 13.2054230431 13.4040913633 13.5786786751 13.7532659868 13.7592862389 13.9308634246 14.1144811145 14.3011089304 14.6532936799 14.6563038060 14.8369113698 15.0235391858 15.2041467497 15.2101670018 15.3787340614 15.5503112470 15.7309188109 15.9205567529 15.9265770050 16.2787617545];

Data ini didapat dari hasil percobaan.

Kemudian di plot data ini

f1=scf(1); clf(1); width=1000; height=600; f1.figure_size=[width,height];

plot2d(daya,energi,style=0)

dihasilkan gambar berikut:

Dari gambar diatas, dapat didekati dengan persamaan linier. Untuk itu kita gunakan regresi linier.

Gunakan perintah regress untuk mendapatkan regresi linier:

–>koef = regress(daya,energi)

Akan dihasilkan:

koef =

– 2.2022504519684904522592

0.0306113748550461521603

Dengan koef(2) adalah gradien dan koef(1) adalah intercept. koef(1) berada di atas dan koef(2) berada di bawah. Dapat dibuktikan:

–>koef(2)

ans =

0.0306113748550461521603

–>koef(1)

ans =

– 2.2022504519684904522592

Untuk mencari standar deviasi, gunakan perintah:

–>std = st_deviation(koef(2)*daya+koef(1))

std =

2.2753540152252655914822

Didapatkan standar deviasi sebesar 2.2753540152252655914822

Persamaan linier dapat pula diketikkan dengan cara berikut:

–>persamaanLinier = koef(2)*daya + koef(1);

Kemudian kita plot persamaan linier tersebut:

–>plot2d(daya,persamaanLinier,style=5)

–>xlabel(‘daya (mW)’)

–>ylabel(‘Energi per Satuan Luas (mJ/cm^2)’)

–>xtitle(‘Energi per Satuan Luas terhadap Daya’)

Kita dapatkan gambar seperti berikut:

Maka dapat dituliskan persamaan linier untuk data percobaan adalah:

Dengan standar deviasi sebesar

Leave a Comment

Filed under Iseng-iseng berhadiah

Teknik Fisika

Teknik Fisika

 

Tidak semua orang kenal dengan nama Teknik Fisika. Jika kita sebut Teknik Fisika, maka orang pasti akan mengira “Fisika” saja. Padahal dari segi nama saja Teknik Fisika tidaklah sebegitu sama dengan Fisika yang sering orang kira. Memang apa yang dipelajari di Teknik Fisika menggunakan ilmu Fisika sebagai salah satu ilmu dasar pendidikan Teknik Fisika. Namun tidak hanya ilmu Fisika saja yang dipelajari di pendidikan Teknik Fisika ini. Bidang ilmu dasar yang dipelajari di pendidikan Teknik Fisika antara lain adalah:

  • Matematika
  • Fisika
  • Kimia

Dalam pendidikan Teknik Fisika, ada bidang-bidang yang dispesifikasi oleh pendidikan Teknik Fisika ini antara lain:

  • Instrumentasi dan Kontrol
  • Fisika Bangunan dan Akustik
  • Rekayasa dan Proses Material
  • Optik dan Laser

Dari masing-masing bidang tersebut dapat muncul kombinasi-kombinasi yang menghasilkan teknologi masa depan.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai bidang-bidang yang telah disebutkan:

  • Instrumentasi dan Kontrol

    Bidang ini merupakan bidang yang sangat terkenal dari Teknik Fisika, terutama Teknik Fisika ITB. Pada bidang keahlian ini dipelajari semua hal yang berkaitan dengan otomatisasi dan sistem certas (Artificial Intelligence) serta pengukuran. Pengukuran yang dimaksud adalah pengukuran standar dari besaran-besaran fisika yang diaplikasikan dalam kehidupan luas dan seringkali berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Sedangkan sistem otomatisasi dan sistem cerdas sangat banyak mengurusi hal-hal yang mulai dari skala kecil sampai skala besar. Dari mulai kontrol statik industri sampai kontrol dinamik kendaraan bermotor

     

  • Fisika Bangunan dan Akustik

    Bidang ini merupakan bidang yang dapat dikatakan bidang paling “gaul” di pendidikan Teknik Fisika. Hal tersebut dikarenakan hal-hal yang diurusi pada bidang ini adalah semua hal yang berhubungan dengan kenyamanan manusia di dalam suatu tempat. Mulai dari segi termal sampai segi suara dan pencahayaan. Bidang keahlian ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki jiwa seni. Selain itu bidang ini merupakan bidang yang sangat sering ke lapangan untuk melihat, mengukur serta merasakan semua hal yang bersifat nyaman bagi manusia. Apabila seorang arsitek hanya memperhatikan keindahan, dan sorang ahli Teknik Sipil hanya mengutamakan kekuatan gedung, namun seorang insinyur Teknik Fisika memperhatikan aspek dari keindahan, kekuatan serta kenyamanan yang berupa intensitas cahaya yang masuk ke mata manusia, intensitas suara yang diterima telinga manusia, hingga suhu yang nyaman yang dapat diterima oleh tubuh orang-orang yang nantinya akan berada di gedung tersebut. Tidak hanya itu, bidang Akustik dapat pula digunakan untuk membuktikan apakah suara seseorang itu asli atau tidak berdasarkan vokal yang dimiliki masing-masing individu.

     

  • Rekayasa dan Proses Material

    Perkembangan teknologi mulai mengarah pada ukuran nano, yaitu benda-benda yang berukuran 0,00000001 meter. Hal tersebut terjadi seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi infomasi dan telekomunikasi yang mengalami suatu akhir dikarenakan kemampuan material-material zaman sekarang yang tidak dapat lagi menangani kebutuhan masyarakat. Pendidikan Teknik Fisika sebagai salah satu pioneer teknologi sangat berperan dalam hal ini. Dengan mendesain material yang sesuai dengan kebutuhan pasar maka kebutuhan masyarakat akan teknologi akan dapat terpenuhi. Selain itu proses material yang saat ini sedang gencar-gencarnya mengembangkan teknologi solar cell sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi juga sedang dikembangkan di pendidikan Teknik Fisika, terutama Teknik Fisika ITB.

     

  • Optik dan Laser

    Bidang ini merupakan bidang yang diaplikasikan tidak hanya di dalam pembuatan, namun maintenance sampai ilmu-ilmu kesehatan. Dalam pembuatan jembatan, untuk membuat sebuat jembatan yang lurus memerlukan sesuatu yang menghubungkan 2 sisi jembatan tersebut. Namun, tidak mungkin menggunakan sebuah tali sepanjang beberapa kilometer untuk menghubungkannya, karena itu digunakanlah laser yang merupakan bagian dari optik yang digunakan karena laser ini tidak mengalami pelebaran dalam jarak tempuhnya dan memiliki jarang tempuh yang sangat panjang. Selain itu, pencitraan merupakan bidang yang sangat berguna dalam ilmu kedokteran sehingga mempermudah pendiagnosaan suatu penyakit agar dapat digunakan metode apa yang tepat dalam penyembuhan penyakit yang diderita oleh pasien.

     

Pendidikan Teknik Fisika merupakan pendidikan Teknik yang memiliki suatu pemikiran yang luas dan maju kedepan. Oleh sebab itu, seorang lulusan Teknik Fisika mempunyai peluang yang sangat besar dalam berkecimpung di dalam proyek-proyek teknologi, mulai dari perancangan, pembuatan, sampai tahap pemeliharaan. Sudah banyak lulusan Teknik Fisika yang membuktikan pengetahuannya dalam teknologi, baik itu teknologi sederhana sampai teknologi masa depan yang kebanyakan orang mengatakan itu hanya mimpi yang sulit untuk diwujudkan.

Leave a Comment

Filed under Berhubungan dengan Kuliah

Backup sistem operasi dengan partimage

Seringkali orang punya masalah dengan install ulang. Kita semua tau dong gimana ribet dan lamanya kalo install ulang. Hal yang seperti ini seringkali terjadi pada komputer saya, kemudian tanpa sengaja saya membaca artikel di majalan InfoLINUX yang membahas mengenai partimage. Setelah saya coba hasilnya sudah tidak ada masalah lagi dengan install ulang komputer, tidak perlu menunggu hingga 1 jam hanya untuk install ulang (apalagi menginstall drive -jika menggunakan windows-), karena hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menitan untuk merestore sistem operasi yang kita foto. Paket partimage ini harusnya terdapat di banyak distribusi linux, tapi kali ini saya hanya membahas partimage yang ada di ubuntu linux atau di cd live parted-magic. Tetapi secara garis besar, penggunaan partimage ini sama di semua distribusi linux, hanya saja apakah paket ini tersedia pada distribusi linux yang kita gunakan. Tidak perlu berlama-lama, saya akan mulai penjelasannya: 1. Install partimage

$ sudo apt-get install partimage

2. Setelah diinstall, maka jalankan partimage (TAPI harus sebagai root)

# partimage

*** ada yang perlu diperhatikan:

saya memiliki 1 buah hard disk yang memiliki 2 sistem operasi, Windows dan Ubuntu. Windows saya install di /dev/sda1 sedangkan Ubuntu saya install di /dev/sda5

Langkah mem-foto sistem operasi yang ingin di backup

1. Unmount sistem operasi yang ingin di backup

$ sudo umount /mnt/windows

2. Masuk ke folder tempat ingin menyimpan image dari sistem operasi yang di backup

$ cd /mnt/program/backup

3. Buka partimage

$ sudo partimage

partimage01 3. Buat nama file yang diinginkan dan pilih Save Partition into a new image file kemudian tekan tombol F5 partimage02 pilih metode yang diinginkan, kemudian tekan F5 4. Akan muncul dialog deskripsi. dialog ini berguna sebagai catatan tambahan bila kita ingin membuat check point. misalkan: file ini dibuat tanggal berapa, nama sistem operasinya apa. dsb. Setelah selesai dengan dialog box ini, maka arahkan kursor ke tombol OK 5. Tekan terus tombol OK, akan muncul seperti ini partimage03 Kemudian tekan OK dan proses backup pun berjalan.

Langkah me-restore sistem operasi yang telah di backup

1. Masuk ke folder yang memiliki file yang telah kita simpan sebelumnya. Misal, nama file nya tes.000 , maka masuklah ke folder tersebut

$ cd /mnt/program/backup

2. Unmount partisi yang ingin di restore, kemudian buka partimage 3. Jika pada backup kita memilih Save Partition into a new image file , maka pada untuk merestore kita memilih Restore partition from an image file. partimage04 Kemudian tinggal tekan F5 atau OK saja dan proses restore pun berlangsung.

Kelemahan dan kelebihan partimage

Kelemahan

- ukuran partisi (kapasitas partisi) tidak boleh berbeda. Artinya, jika kita mem-backup partisi /dev/sda1 maka partisi ini tidak boleh berubah - yang di foto oleh software ini bukannya sistem operasi nya saja, tapi sampai ke partisi sistem operasi tersebut, jadi kita tidak bisa hanya mem-backup sistem operasi saja - kita harus memiliki suatu check point untuk mem-backup. Artinya, kita harus mem-backup sistem operasi saat kita yakin sistem yang kita miliki itu sudah stabil, atau paling tidak sudah sesuai dengan kebutuhan kita

Kelebihan

- bila kita mem-backup dengan partimage, maka file bahkan program pada saat kita me-restore akan 100% sama pada saat kita mem-backup partisi tersebut - ukuran file backup-an kita bisa menjadi kurang dari setengah partisi aslinya. Misal, saya baru saja menginstall windows dan semua drivernya serta program yang saya butuhkan (besarnya sekitar 5 GigaBytes), maka setelah saya mem-backup dengan partimage file yang saya buat hanya berukuran 2 GigaBytes

Pendapat saya mengenai software ini:

Sangat berguna, saya tidak perlu lagi takut windows yang saya gunakan terkena virus, karena jika terkena virus cukup saya restore dan windows saya bersih lagi seperti semua, tanpa harus install ulang, tanpa harus install driver lagi, tanpa harus install program yang saya gunakan. Hanya 10 menit dan windows saya kembali stabil. Sedangkan bila saya menggunakan linux, saya tidak kuatir kalau-kalau saya salah mengkonfigurasi oprekan saya, karena jika saya salah mensetting sehingga berakibat saya harus menginstall ulang komputer, maka saya cukup merestore linux yang telah saya backup, dan semua setting serta file yang sudah saya backup kembali seperti semua lagi. CMIIW

5 Comments

Filed under Serba serbi GNU/Linux

Mount filesystem melalui ssh dengan sshfs di Ubuntu

Saat sedang mengerjakan proyek instalasi over network untuk linux saya mengalami kendala karena ternyata hard disk di vmware saya tidak mencukupi untuk meng-copy file instalasi yang akan digunakan. Usut punya usut di mbah google, eh ketemu yang namanya mounting filesystem through ssh. Nah saya coba dan alhasil sukses besar. Cara menggunakan dari sshfs ini sebagai berikut:

1. Install sshfs

$ sudo apt-get -y install sshfs

2. Mount filesystem/folder yang diinginkan. Misalnya saya memiliki folder tempat saya menyimpan film di 167.205.45.8 dimana owner dari folder tersebut adalah user yang bernama riza, dan saya ingin me-mount folder tersebut ke folder user di komputer dengan ip 167.205.44.5. Maka di komputer saya (ip=167.205.44.5) saya ketik perintah sebagai berikut:

$ mkdir /home/user/mount
$ sshfs riza@167.205.45.8:/mnt/lainlain/film  /home/user/mount

dan selesailah mount filesystem/folder tersebut. Kita bisa membuka file-file yang ada di komputer lain seolah-olah sedang membuka file di komputer sendiri.

Pertanyaan:

Saya berhasil me-mount dengan sshfs sebagai user biasa (bukan root), tetapi saya tidak bisa meng-unmount sshfs dari user biasa. Bagaimana caranya supaya saya bisa meng-unmount sshfs yang saya mount tadi???

Jawab:

misalnya saya memount di /home/user/mount , maka untuk meng-unmount buka terminal dan ketik:

$ fusermount -u /home/user/mount

dan pertanyaan pun telah terjawab. hahahahaha…………….

CMIIW

Leave a Comment

Filed under Serba serbi GNU/Linux

Instalasi CMS Sederhana

Isi blog kali ini adalah membahas tentang bagaimana menginstall CMS seperti drupal, wordpress, dan joomla. Namun instalasi yang ada disini adalah instalasi yang sangat sederhana. Hanya instalasi, setelah instalasi yaudah, ngga diapa-apain lagi. hahaha….

Pada instalasi ini, saya menggunakan server dengan sistem operasi Slackware Linux. Dan paket-paket yang digunakan adalah httpd sebagai web server nya dan mysql untuk menyimpan database dari CMS yang akan diinstall. Cara instalasi httpd dan mysql serta cara konfigurasi httpd dan mysql dapat dilihat pada postingan saya di blog ini. hehehe…..

Saya asumsikan bahwa database joomla, wordpress, dan drupal telah dibuat, sehingga saya bisa langsung memandu instalasi joomla ini. Saya menginstall pada komputer server yang tidak memiliki gui, sehingga saya menginstall CMS ini dari komputer lain yang memiliki GUI. Bila diinstall di komputer sendiri, cukup ganti http://<alamat ip>/<joomla|wordpress|drupal> dengan localhost/<joomla|wordpress|drupal>

Instalasi Drupal

Folder drupal saya simpan di /var/www/htdocs/drupal kemudian konfigurasikan file-file yang digunakan pada instalasi Drupal:

1. Buat copy file setting.php dan buat folder files, serta ganti permissionnya

root@rd-slackware:/home/riza# cd /var/www/htdocs/drupal/
root@rd-slackware:/var/www/htdocs/drupal# cd sites/default/
root@rd-slackware:/var/www/htdocs/drupal/sites/default# cp default.settings.php settings.php
root@rd-slackware:/var/www/htdocs/drupal/sites/default# chmod 777 settings.php
root@rd-slackware:/var/www/htdocs/drupal/sites/default# mkdir files
root@rd-slackware:/var/www/htdocs/drupal/sites/default# chmod 777 files/

2. Ketik http://alamat ip/drupal di web browser, atau ketik http://localhost/drupal dan isikan nama database serta usernama dan password dari user mysql kita.

Screenshot-Database configuration | Drupal - Mozilla Firefox

3. Tekan Tombol Save and continue, kemudian kita isikan informasi yang diminta, serta alamat web yang kita inginkan. Misalnya: oprek.com

Screenshot-Configure site | Drupal - Mozilla Firefox

kemudian save and continue

4. Ganti lagi permission dari settings.php :

root@rd-slackware:/var/www/htdocs/drupal/sites/default# chmod 755 settings.php

Instalasi Joomla

Folder joomla disimpan di /var/www/htdocs/joomla kemudian konfigurasikan file serta folder yang diperlukan untuk instalasi

1. Buat file configuration.php dan ganti permissionnya

root@rd-slackware:/var/www/htdocs/joomla# touch configuration.php
root@rd-slackware:/var/www/htdocs/joomla# chmod 777 configuration.php

2. Ketik http://<alamat ip>/joomla atau http://localhost/joomla

Screenshot-Joomla! Web Installer - Mozilla Firefox

3. Klik Next, akan muncul

Screenshot-Joomla! Web Installer - Mozilla Firefox-1

4. Tekan next terus, akan sampai pada

Screenshot-Joomla! Web Installer - Mozilla Firefox-2

pada hostname ketik localhost, pada username ketik root

5. Tekan next, akan muncul pilihan FTP. Abaikan saja, langsung tekan next. Tapi bila kita ingin agar joomla tersebut bisa digunakan sebagai FTP, maka masukkan informasi pada kotak yang telah disediakan. Saya asumsikan bahwa kita tidak perlu menggunakan FTP, jadi langsung saya next saja. Akan muncul:

Screenshot-Joomla! Web Installer - Mozilla Firefox-3

ketik yang perlu diketik, dan jangan lupa Install Sample Data

Kemudian Tekan next, dan selesailah instalasi joomla. Jangan lupa untuk menghapus folder instalasi joomla dengan mengetikkan perintah

root@rd-slackware:/var/www/htdocs/joomla# rm -rf installation/

Screenshot-Joomla! Web Installer - Mozilla Firefox-4

Instalasi WordPress

Folder wordpress disimpan di /var/www/htdocs/wordpress kemudian konfigurasikan file serta folder yang diperlukan untuk instalasi

1.Ganti permission dari folder wordpress:

root@rd-slackware:/var/www/htdocs# chmod 777 wordpress/

Dan isilah informasi yang dibutuhkan sesuai dengan gambar:

gambar 1

gambar 1

gambar 2

gambar 2

gambar 3

gambar 3

gambar 4

2. Kemudian install wordpress

Screenshot-WordPress › Installation - Mozilla Firefox

Kemudian akan diberikan password, ingat copy password ini dan setelah berhasil login, maka langsung lah ganti password ini.

Screenshot-WordPress › Installation - Mozilla Firefox-1

Screenshot-oprek-wp › Log In - Mozilla Firefox

Akhirnya instalasi dari CMS-CMS ini pun selesai.

Leave a Comment

Filed under Networking

Konfigurasi Sederhana MySQL

Berikut ini adalah konfigurasi sederhana MySQL yang biasanay digunakan pada CMS seperti wordpress, joomla, drupal, mediawiki, maupun CMS lain yang menggunakan database. Saya asumsikan bahwa MySQL telah terinstall di Komputer. Saya menggunakan linux Slackware pada contoh ini.

1. Aktifkan database mysql

# mysql_install_db --user=mysql

2. Bila ingin agar mysql bisa di load saat start up komputer maka ganti saja permission dari file /etc/rc.d/rc.mysqld :

# chmod 755 /etc/rc.d/rc.mysql

3. Berikan password pada akun root dari mysql

# mysqladmin -u root -p password 'database'

perhatikan bahwa pada saat mengetikkan password, tanda petik tunggal juga diikutsertakan pada password. Tapi tanda petik tunggal ini hanya sebagai tanda bahwa string atau kata yang kita ketikkan itu adalah password kita. Bila kita ingin login di mysql maka cukup ketikkan password (contoh : ubuntu), tanpa mengikutsertakan tanda petik tunggal.

4. Masuk ke MySQL untuk membuat database

Saya akan membuat database yang akan digunakan oleh joomla, adapun untuk database yang lain dapat dibuat dengan cara yang sama seperti halnya kita membuat database joomla ini.

# mysql -u root -p
Enter password:

Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 24
Server version: 5.0.67 Source distribution

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the buffer.

mysql> CREATE DATABASE joomla;

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON joomla.* TO root@localhost IDENTIFIED BY 'database';

mysql> flush privileges;

mysql> quit

Bye

Setelah kita memasukkan password maka akan muncul tanda bahwa kita telah masuk ke MySQL, maka yang pertama saya lakukan adalah membuat database joomla. Kemudian saya berikan privileges (hak akses) dari akun yang bernama root ke database joomla diidentifikasikan dengan password database, jadi pada saat kita akan menginstall joomla, kita bisa menggunakan database yang bernama joomla, dengan username root dan password database. Setelah itu, maka saya flush (ingat saja pada saat kita menekan tombol flush pada toilet setelah kita buang air, karena logika nya sama seperti kita mem-flush sisa buang air kita di toilet). Setelah itu saya keluar dari MySQL. Dan selesailah pembuatan database joomla tersebut.

Apa yang ada disini adalah pembuatan database yang paling sederhana dengan menggunakan MySQL Karena itu tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk membuat database tersebut.

Leave a Comment

Filed under Networking

Konfigurasi Apache Web Server

Persiapan awal yang dilakukan untuk membuat suatu web server. cms yang digunakan biasanya wordpress, joomla, dan drupal. kalau untuk cms lain, masih belum dicoba. Distro yang digunakan adalah slackware.

Biasanya web server menggunakan apache, untuk itu kali ini saya akan membahas seputar bagaimana mengkonfigurasi apache, dan biasanya semua file konfigurasi apache terdapat pada “/etc/httpd”, sedangkan file yang perlu kita ubah adalah file httpd.conf. Tetapi sebelum kita mengubah file tersebut ada baiknya jika kita mem-backup file httpd tersebut

# cp /etc/httpd/httpd.conf /etc/httpd/httpd.conf.original

Bagian yang perlu kita cermati:

Server Admin:

ServerAdmin you@example.com

(e-mail baris di atas ganti dengan e-mail Anda).
Contoh :

ServerAdmin michaelx@slackerbox.com

Server Name :

#ServerName www.example.com

(Baris diatas ganti dengan situs Anda jika web server Anda online)
Contoh :

ServerName www.rizanuari.org:80

(Tapi jika ingin berjalan di localhost saja, maka ganti dengan localhost:80.)

Document Root :

DocumentRoot “/srv/httpd/htdocs”

(Ganti dengan folder pilihan Anda)

Contoh :

DocumentRoot “/srv/httpd/public_html”

atau

DocumentRoot “/home/mic/public_html”

Directory :
Sama dengan DocumentRoot, ganti dengan direktori Anda

< Directory “/srv/httpd/htdocs” >
Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride None
Order allow,deny
Allow from all
< /Directory >

Index :

DirectoryIndex index.html

(Tambahkan direktori index yang Anda inginkan. Misal agar apache dapat menjalankan .php)

DirectoryIndex index.html index.php

Include mod_php :
Agar halaman .php dapat jalan, Cari baris

#Include /etc/httpd/mod_php.conf

Hilangkan tanda # baris diatas.

Untuk mengecek apakah syntax yang kita ketik sudah benar atau belum, ketik perintah:

# apachectl configtest

bila sudah benar, maka akan muncul:

Syntax OK

Kemudian kita bisa menjalankan apache yang telah kita konfig.

# apachectl start | stop | restart

Biasanya didalam folder /var/www/htdocs terdapat file index.html. Nah, marilah kita buka web browser kita, dan isilah address dengan localhost. Bila muncul:

It Works!

maka kita telah berhasil membuat sebuah web server dan selesailah oprekan kita itu.

File httpd.conf yang saya miliki:

ServerRoot “/usr”

Listen 80

LoadModule authn_file_module lib/httpd/modules/mod_authn_file.so
LoadModule authn_dbm_module lib/httpd/modules/mod_authn_dbm.so
LoadModule authn_anon_module lib/httpd/modules/mod_authn_anon.so
LoadModule authn_dbd_module lib/httpd/modules/mod_authn_dbd.so
LoadModule authn_default_module lib/httpd/modules/mod_authn_default.so
LoadModule authn_alias_module lib/httpd/modules/mod_authn_alias.so
LoadModule authz_host_module lib/httpd/modules/mod_authz_host.so
LoadModule authz_groupfile_module lib/httpd/modules/mod_authz_groupfile.so
LoadModule authz_user_module lib/httpd/modules/mod_authz_user.so
LoadModule authz_dbm_module lib/httpd/modules/mod_authz_dbm.so
LoadModule authz_owner_module lib/httpd/modules/mod_authz_owner.so
LoadModule authnz_ldap_module lib/httpd/modules/mod_authnz_ldap.so
LoadModule authz_default_module lib/httpd/modules/mod_authz_default.so
LoadModule auth_basic_module lib/httpd/modules/mod_auth_basic.so
LoadModule auth_digest_module lib/httpd/modules/mod_auth_digest.so
LoadModule file_cache_module lib/httpd/modules/mod_file_cache.so
LoadModule cache_module lib/httpd/modules/mod_cache.so
LoadModule disk_cache_module lib/httpd/modules/mod_disk_cache.so
LoadModule mem_cache_module lib/httpd/modules/mod_mem_cache.so
LoadModule dbd_module lib/httpd/modules/mod_dbd.so
LoadModule dumpio_module lib/httpd/modules/mod_dumpio.so
LoadModule ext_filter_module lib/httpd/modules/mod_ext_filter.so
LoadModule include_module lib/httpd/modules/mod_include.so
LoadModule filter_module lib/httpd/modules/mod_filter.so
LoadModule substitute_module lib/httpd/modules/mod_substitute.so
LoadModule deflate_module lib/httpd/modules/mod_deflate.so
LoadModule ldap_module lib/httpd/modules/mod_ldap.so
LoadModule log_config_module lib/httpd/modules/mod_log_config.so
LoadModule log_forensic_module lib/httpd/modules/mod_log_forensic.so
LoadModule logio_module lib/httpd/modules/mod_logio.so
LoadModule env_module lib/httpd/modules/mod_env.so
LoadModule mime_magic_module lib/httpd/modules/mod_mime_magic.so
LoadModule cern_meta_module lib/httpd/modules/mod_cern_meta.so
LoadModule expires_module lib/httpd/modules/mod_expires.so
LoadModule headers_module lib/httpd/modules/mod_headers.so
LoadModule ident_module lib/httpd/modules/mod_ident.so
LoadModule usertrack_module lib/httpd/modules/mod_usertrack.so
LoadModule unique_id_module lib/httpd/modules/mod_unique_id.so
LoadModule setenvif_module lib/httpd/modules/mod_setenvif.so
LoadModule version_module lib/httpd/modules/mod_version.so
LoadModule proxy_module lib/httpd/modules/mod_proxy.so
LoadModule proxy_connect_module lib/httpd/modules/mod_proxy_connect.so
LoadModule proxy_ftp_module lib/httpd/modules/mod_proxy_ftp.so
LoadModule proxy_http_module lib/httpd/modules/mod_proxy_http.so
LoadModule proxy_ajp_module lib/httpd/modules/mod_proxy_ajp.so
LoadModule proxy_balancer_module lib/httpd/modules/mod_proxy_balancer.so
LoadModule ssl_module lib/httpd/modules/mod_ssl.so
LoadModule mime_module lib/httpd/modules/mod_mime.so
LoadModule dav_module lib/httpd/modules/mod_dav.so
LoadModule status_module lib/httpd/modules/mod_status.so
LoadModule autoindex_module lib/httpd/modules/mod_autoindex.so
LoadModule asis_module lib/httpd/modules/mod_asis.so
LoadModule info_module lib/httpd/modules/mod_info.so
LoadModule cgi_module lib/httpd/modules/mod_cgi.so
LoadModule dav_fs_module lib/httpd/modules/mod_dav_fs.so
LoadModule vhost_alias_module lib/httpd/modules/mod_vhost_alias.so
LoadModule negotiation_module lib/httpd/modules/mod_negotiation.so
LoadModule dir_module lib/httpd/modules/mod_dir.so
LoadModule imagemap_module lib/httpd/modules/mod_imagemap.so
LoadModule actions_module lib/httpd/modules/mod_actions.so
LoadModule userdir_module lib/httpd/modules/mod_userdir.so
LoadModule alias_module lib/httpd/modules/mod_alias.so
LoadModule rewrite_module lib/httpd/modules/mod_rewrite.so

<IfModule !mpm_netware_module>
<IfModule !mpm_winnt_module>

User apache
Group apache

</IfModule>
</IfModule>

ServerAdmin riza@arc.itb.ac.id

ServerName www.rizanuari.org:80

DocumentRoot “/srv/httpd/htdocs”

<Directory “/srv/httpd/htdocs”>

Options Indexes FollowSymLinks
AllowOverride None
Order allow,deny
Allow from all

</Directory>

<IfModule dir_module>

DirectoryIndex index.html index.php

</IfModule>

<FilesMatch “^\.ht”>

Order allow,deny
Deny from all
Satisfy All

</FilesMatch>

ErrorLog “/var/log/httpd/error_log”

LogLevel warn

<IfModule log_config_module>

LogFormat “%h %l %u %t \”%r\” %>s %b \”%{Referer}i\” \”%{User-Agent}i\”" combined
LogFormat “%h %l %u %t \”%r\” %>s %b” common

<IfModule logio_module>

# You need to enable mod_logio.c to use %I and %O
LogFormat “%h %l %u %t \”%r\” %>s %b \”%{Referer}i\” \”%{User-Agent}i\” %I %O” combinedio

</IfModule>

CustomLog “/var/log/httpd/access_log” common

</IfModule>

<IfModule alias_module>

ScriptAlias /cgi-bin/ “/srv/httpd/cgi-bin/”

</IfModule>

<IfModule cgid_module>

#Scriptsock /var/run/httpd/cgisock

</IfModule>

<Directory “/srv/httpd/cgi-bin”>

AllowOverride None
Options None
Order allow,deny
Allow from all

</Directory>

DefaultType text/plain

<IfModule mime_module>

TypesConfig /etc/httpd/mime.types

AddType application/x-compress .Z
AddType application/x-gzip .gz .tgz

</IfModule>

<IfModule ssl_module>

SSLRandomSeed startup builtin
SSLRandomSeed connect builtin

</IfModule>

Include /etc/httpd/mod_php.conf

Leave a Comment

Filed under server

Konfigurasi Awal Setelah Install FreeBSD

Beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan setelah menginstall FreeBSD

Setelah menginstal FreeBSD sebagai server, ada baiknya kalau kita melakukan hal-hal berikut ini.

*****asumsi yang saya buat:

SSH sudah jalan dan komputer sudah tersambung dengan sebuah jaringan (pada kasus ini saya khususkan di lingkungan ITB, karena FreeBSD yang saya gunakan berada dalam kampus ITB)

****beberapa tambahan:

tanda // berarti comment yang dapat diabaikan (gaya bahasa java). Tanda // juga digunakan untuk mengutip isi sebuah file. Contoh:

//——————————
ISI FILE YANG DIKUTIP
//——————————

tanda # berarti status kita sebagai root, tetapi bila didalam sebuah file tanda # berfungsi sebagai comment

1. Mengeset static ip komputer

Kadangkala memang lebih enak kalau menggunakan service DHCP, tapi itu sebaiknya untuk client saja. Sedangkan untuk sebuah server sebaiknya kita men-set ip komputer dengan cara static. adapun caranya sebagai berikut:

a). Melihat status ethernet komputer, login sebagai root

# ifconfig

b). Setelah kita melihat status ethernet, kita set ip secara static. Adapun file yang harus diubah adalah /etc/rc.conf

//——————————
ifconfig_le0=”inet 167.205.44.238 netmask 255.255.255.192″
hostname=”rd-bsd.tf.itb.ac.id”
sshd_enable=”YES”   // ssh ini berfungsi agar komputer kita bisa di SSH
//——————————

c). Mengeset file /etc/resolv.conf

//——————————
domain tf.itb.ac.id
search tf.itb.ac.id
nameserver 167.205.44.3
nameserver 167.205.44.123
//——————————

d). Mengatur file /etc/make.conf (file ini berfungsi juga pada saat kita menginstall paket agar ftp yang digunakan adalah ftp lokal ITB, hal ini karena di ITB sulit untuk melakukan koneksi ke luar ITB jika tidak menggunakan proxy. Lagipula di ITB juga memiliki mirror FreeBSD)

//——————————
MASTER_SITE_OVERRIDE=ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/distfiles/${DIST_SUBDIR}/

CPUTYPE?=i386

CFLAGS=         -O2 -pipe -fno-strict-aliasing
COPTFLAGS=      -O2 -pipe -funroll-loops -ffast-math -fno-strict-aliasing
CXXFLAGS+=      -fconserve-space

KERNCONF=       SERVER GENERIC

OPTIMIZED_CFLAGS=       YES
WITHOUT_X11=            YES
BUILD_OPTIMIZED=        YES
WITH_CPUFLAGS=          YES
WITHOUT_DEBUG=          YES
WITH_OPTIMIZED_CFLAGS=  YES
NO_PROFILE=             YES
BUILD_STATIC=           YES
//——————————

e). Hal terakhir yang penting untuk dilakukan dalam mengeset ip static ini yaitu dengan perintah terakhir ini:

# sh /etc/rc

2. Mengupdate FreeBSD menjadi versi terbaru (atau bisa juga dikatakan stable-version)

Update FreeBSD ini penting dilakukan agar paket-paket yang terinstall di komputer kita bisa terus up-to-date. Adapun pake yang digunakan adalah cvsup. Paket ini tersedia di port collection FreeBSD.

a). Pastikan file /etc/make.conf telah sesuai dengan tutorial di atas
b). masuk ke ports collection yang mengandung cvsup kemudian menginstall paket tersebut

# cd /usr/ports/net/cvsup
# make config install clean

c). Setelah cvsup selesai di install. kita kembali ke home direktori (terserah mau ke user mana, atau kalo mau ke akun root juga boleh). Kemudian kita buat 2 buah file yang bernama “cvs-itb” dan “ports-itb”.
Isi file cvs-itb :

//——————————
*default tag=.
*default host=fileserver.lapi.itb.ac.id
*default base=/var/db
*default prefix=/usr
*default release=cvs
*default delete use-rel-suffix compress
src-all
//——————————

Isi file ports-itb :

//——————————
*default tag=.
*default host=fileserver.lapi.itb.ac.id
*default base=/var/db
*default prefix=/usr
*default release=cvs
*default delete use-rel-suffix compress
ports-all
//——————————

d). Setelah membuat kedua file tersebut, kita jalankan perintah

# cvsup -g -L2 cvs-itb ; cvsup -g -L2 ports-itb

e). Hal terakhir yang harus dilakukan adalah MENUNGGU, karena proses ini memakan waktu kira-kira sampai 59 menit

3. Install Text Editor Kesukaan Kita

Pada saat saya pertama kali menggunakan linux, text editor yang saya gunakan adalah vim. Sehingga sampai saat ini saya sangat gemar menggunakan text editor tersebut karena sudah familiar dengan text editor tersebut. Cara instalasi Vim sangat sederhana, yaitu (ketik pada command line):

# cd /usr/ports/editor/vim-lite
# make config install clean

Setelah vim di install, ada beberapa hal yang perlu kita set, yaitu file .vimrc (file ini sangat saya anjurkan terdapat di dalam home direktori kita bila kita ingin menggunakan vim, termasuk akun root juga sangat saya anjurkan memiliki file ini jika ingin menggunakan vim). Isi file .vimrc ini sebagai berikut:

//————————————-

set nocompatible

//————————————-

4. Install bash

Saya sudah terbiasa menggunakan linux yang secara default menggunakan shell bash. Karena itu ketika saya menggunakan FreeBSD yang secara default menggunakan shell sh saya menjadi sedikit canggung. Hal ini disebabkan karena kebiasaan saya yang suka menekan tombol TAB supaya bisa auto-complete. Karena itu saya menginstall bash dan mengganti shell environtment saya dengan bash. Cara install bash:

# cd /usr/ports/shells/bash
# make config install clean

Kemudian kita ganti default shell yang kita gunakan. Perintah umum yang digunakan untuk mengganti shell:

chsh <spasi> -s <spasi> <path shell yang digunakan> <spasi> <username>

5. Install gnuls

Kita pasti telah mengetahui perintah “ls” yang digunakan di dalam command line. Tapi sayangnya secara default perintah ini tidak menampilkan warna pada monitor sehingga kita sulit untuk membedakan antara file, folder, shortcut, ataupun yang lainnya. Instalasi gnuls dengan menggunakan ports collection FreeBSD.

# /usr/ports/misc/gnuls
# make config install clean

Setelah kita menginstall pake tersebut, ada beberapa hal yang perlu kita setting, yaitu file .bashrc dan .bash_profile . Adapun baris perintah yang digunakan adalah sama pada kedua file ini, yaitu:

//————————————-

alias ls=’gnuls –color=auto -a’

//————————————-

Leave a Comment

Filed under Networking